Tuesday, May 7, 2013

Emosi Sebagai Pemblokir Ingatan (2/24)

Akhirnya saya melanjutkan pos tanggal 10 April lalu tentang ingatan, kali ini akan membahas tentang pemblokiran ingatan yg disebabkan emosi. Silakan menyimak.

Kebanyakan orang-orang merasa bingung jika mereka lupa pada apa yang mereka ingin atau perlu ingat. Lupa bisa terjadi akibat pemblokiran ingatan. Salah satu pemicunya adalah emosi.

Hal ini terjadi karena ketidakpedulian terhadap sesuatu hal, konflik pikiran, atau karena ingin melindungi diri dari suatu kenangan yang buruk.

Yang harus dilakukan adalah: membuang pemblokiran emosi tersebut (lari), mengembangkan strategi baru (hadapi) atau berteman dengan pemblokiran ini (berteman).

Yang penting adalah jangan membuang suatu pemblokiran sampai yakin bahwa anda dapat yakin hidup tanpa itu. (Ingat bahwa salah satu penyebab pemblokiran adalah untuk melindungi diri).

Bersambung

Thursday, May 2, 2013

Women's Logic

Have you ever heard a silly statement that spells: Women come from Venus and Man come Mars.
I always wonder what is the meaning, but all is become clear when I has already experienced it.

Psycholog and other wise person have some argument that women use heart, men don't, they use logic.

I think that is irrational argument untill I realize that I has gone wrong. The argument is right. Women do use heart, or fell like emotional better than men, whom use much of logic than emotional.

Okay, now I will focus on my point. Suppose we agree that former argument. But my highlight is: not only men, women still have/use a logic.

I called it women's logic. I find something new here. I consider myself has been familiar with those: women are emotional, women use heart. However I have no idea about women's logic. Zero. Blank.

I try to search every pieces of information then arrange it as big picture, the result is, I see dark picture. On other words, I always wrong in interpret about women's logic.
There's something wrong. I consider that I never really understand women logic.

Finally, my friend, sent a quote: never plans your future with someone that has no future plans for themselves.

Eureka. I see the clue.

I think this is a piece of women's logic.
Women want a future.
What kind of future? Planned future.
What is "planned" refers to? Safe. Happily.

That's the end. I think women's logic is so simple, doesn't it?. Simple but detailed. So why do men is so hard to understand? Because men's think is too complex and big. Like one divided by zero.

So, as a man, I have to understand women's heart as well as women's logic.
Women's logic is usually be unspoken. But don't we know, that the deepest communication is to hear the unspoken words?

Good Evening.
Late Night Comptemplation.



Tuesday, April 30, 2013

The Colour Blue?

When I want to hear good ballad song, I always set on "Crazy" by Aerosmith.
The lyrics is so good but the soul is more.

One of the best part is when he sing:
".... crazy crazy crazy for you baby...
what i can do honey?
.... i feel like a colour blue..."

So what is the meaning of i feel like a colour blue?

I do have a satisfy answer of it, but may be it can meant: I was very sad. This reason come from the origin of music blues, where the blues music is identic with misery.

It is my answer. Not quite satisfy?
Nevermind. I feel like the colour blue.

Monday, April 29, 2013

Travelling Back

Travelling back to 2005, when I entered high school. I was so blind, know nothing, came from unpopular junior high school. I didn't had dreams here. So, I just medioker student with average mark.

Travelling back to 2006, when I decided to enter Listen then was elected as Head. That's great interval but I got my lowest mark here.

Travelling back to 2007, when I chose STEI ITB as my dream faculty. Everytime I did was study, study and study. I knew that I had to study hard, STEI had highest rating of passing grade.

Travelling back to 2008, when I got STEI ITB in my hand. I became arrogant person. I thought I was clever so I never took study anymore. Poor me, I regret this interval.

Travelling back to 2009, when I met beautiful girl from Medan. Let say that I called her "the girl". We joined Unit of Culture together. But I must forget her for a long, maybe forever.

Travelling back to 2010, when lectures became so hard. My best friends was created here, Panjaitan, Sihombing, Situmorang, Dozeno. They were all so extraordinary person. Proud to be friend of them.

Travelling back to 2011, when SMAN3 became my second place. I had memory with Listeners, the fellowship of christian student of SMAN3.

Travelling back to 2012, when I had to finish final project. The girl came back. It was hard time, among finish my study, forget her and get assigment job.

Travelling back to 2013, I was so sad because of 6 years emptyness.

Dreaming forward of 2014, I have to build my home.

Dreaming forward of 2015, I have to no idea to imagine. Now I just pray for future

I pray for "The Girl", hoping she'll find the best mate.
I pray for my best friends, hoping that they would be the best too in their life.
I pray for myself, hoping I bring my dreams come true.

Tuesday, April 9, 2013

Seberapa Banyak Kita Mengingat (1/24)

Otak manusia lazimnya mengandung 15-100 milyar sel otak (neuron). Otak adalah tempat yang amat besar di ruang yang amat kecil.

Otak menyimpan informasi-informasi yang ada dan mereka melakukan evaluasi atas itu. Ingatan yang baik adalah ingatan yang selektif yaitu mengingat apa yang harus diingat. Bila kita mengingat semua hal maka kita akan lumpuh karena kelebihan beban informasi (Science Digest, Nov 1983).
Otak akan melakukan sebuah pemblokiran.

Apakah itu pemblokiran? Mari kita lihat di bab selanjutnya.

Saturday, April 6, 2013

Pasti Pusing Deh Bacanya: Kata Tidak

Tidak ada kata tidak selama ketidakadaan suatu kata tidak yang tidak dapat tidak dijelaskan oleh suatu ketidakjelasan suatu kata tidak yang berujung pada ketidakpastian.

Suatu kata tidak tidak dapat dikatakan tidak valid jika tidak melalui suatu ketidakpercayaan yang bersumber kepada tidak adanya suatu tindakan yang tidak dapat tidak mungkin dilakukan.

Sejujurnya aku berkata tulisan ini tidak berguna dan tidak penting karena tidak mencakup banyak ketidaklogisan yang mau tidak mau membuat sebuah distorsi pikiran yang tidak lazim.

Secara tidak langsung, pikiran bawah sadar akan menyerap kata tidak yang tidak diucapkan secara langsung dan tidak sengaja lalu dengan tidak terlalu sukar kata tidak ini akan membekas didalamnya.

Belajarlah berkata tidak pada hal yang tidak menjadi prioritas. Sepertinya sepele, namun tidak dengan realisasinya yang tidak mudah.

Friday, April 5, 2013

Persamaan Kehidupan

Akan saya tunjukan suatu rumus dalam kehidupan. Tentunya ini versi saya.

1. Usaha + Doa = Tindakan Positif

2. Tindakan Positif + Keberuntungan = Hasil Positif.

Jadi:
Usaha + Doa + Keberuntungan = Hasil Positif.

NB: Usaha disini mencakup bekerja/belajar/pedekate atau jenis usaha lainnya. Berdoa itu lebih kepada hubungan vertikal keatas. Keduanya akan membawa kepada suatu Tindakan Positif, sedangkan Keberuntungan itu adalah lebih kepada anugrah.

Terakhir, Hasil Positif merujuk kepada tercapainya tujuan.

Ada sanggahan????? Hehe

Enjinir Cupski

Sampai pada detik ini, setelah melalui perdebatan panjang dalam riak-riak kehidupan, sebuah kesimpulan pun ditarik.

Aku menamakan diriku enjinir cupu, agar aku ingat terus bahwa takdir sebagai enjinir itu kejam. Selalu ada yang baru, it means, selalu harus belajar. Sampai mati. Ga denk, sampai pensiun.

Jadi, panggil saya: enjinir cupu.

Thursday, April 4, 2013

Cerita Anggur dan Pisang

Kamu seharusnya tidak perlu berkecil hati kalau ada lawan jenis (yang sungguh ingin kamu ajak kencan) tidak  mau sama kamu. Mungkin kamu adalah seperti anggur yang paling menggiurkan tetapi saja yang ia cari adalah pisang. Dan seberapa ingin kamu berubah, kamu tetaplah anggur sementara apa yang ia inginkan adalah pisang. Tetapi jangan kuatir, pasti akan ada yang mencari anggur.
Seringkali kita fokus pada apa yang tidak kita punya sehingga kita melupakan apa yang kita punya dalam diri kita. Saya dulu begitu, kamu?

Wednesday, April 3, 2013

Aku dan Kopi

Terlalu banyak cerita tentang kopi, sampai-sampai tak tahu harus mulai darimana. Terlalu banyak juga perusahaan yang kulamar, entah berapa lama lagi harus menunggu.
Menunggu, suatu kata yang mistik.
Seperti sebuah mantra yang memiliki daya sihir yang kuat.

Berkali-kali tawaran itu datang lalu pergi. Akhirnya yang ditunggu itu tak kunjung datang pula.
Menunggu tempat yang terbaik, itu cuma angan kosong. Sampai aku sadar, menunggu tidak hanya harus berpangku tangan.
Sambil berharap si harapan yang diharapkan itu tiba, ternyata menunggu dengan cara seperti itu hanya akan membuat mati gaya. Maka, menerima pinangan suatu tempat kerja tempat lain sepertinya tidak terlalu buruk.

Namun, bekerja itu ternyata kompleks. Idealnya adalah minat sesuai dengan kenyataan. Hal sepergi itu sepertinya hanya ada di dunia nirmala dan bona si gajah terbang. Yang tersisa hanya ada dua pilihan: menyesuaikan minat dengan kenyataan atau menyesuaikan kenyataan dengan minat.

Saat keduanya tidak bisa lagi diakomodasi, keluar menjadi pilihan yang menggoda.

Resign.

Akhirnya semua ini menuju ke sebuah perjalanan baru. Babak yang lama telah berakhir. Tugas semakin tak ringan. Teman yang bisa mengerti hanya kopi.
Kopi pahit.

Kata orang, pahitnya kopi jadi tak terasa saat kehidupanmu lebih pahit. Tapi aku lebih memilih bisa menikmati kopi yang benar-benar pahit dan menyadari bahwa hidupku manis dibuat-Nya.

Aku dan kopi.
Aku dan hidupku.

Cerita tentang kopi berakhir disini, tetapi hidup tetap berjalan. Hidupku tak pernah sama lagi seperti sebelumnya.

Tuesday, April 2, 2013

Adalah Kau

Kau selalu membuatku berapi-api meski kau menyambutku degan dingin.
Kau juga sahabat terbaikku meskipun sebgai seorang lasan kau sulit dikalahkan.
Kau adalah bintang kejora meskipun pada akhirnya kau memilih tidak bersinar.
Kau adalah kau.
Kau adalah egoku sendiri.

Monday, April 1, 2013

Perjumpaan yang Tidak Biasa (1)

Pernah ada suatu masa dimana seseorang terjebak dalam suatu kondisi yang tidak wajar. Kondisi yang membuat kaki gemetar dan setengah mati mulut ini seperti diam tidak bisa bicara. Rasanya ingin mengelak namun terlalu pengecut jika sebagai laki-laki untuk begitu saja kabur. Situasi ini mungkin tidak sering terjadi, lagipula durasinya mungkin tidak terlalu lama jika dibandingkan dengan hal-hal yang biasa dialami. Namun ketika waktu itu datang, cuma malaikat yang tahu seberapa tampak bodohnya pada waktu itu.

Ini kunamakan suatu perjumpaan yang tidak biasa. Tak biasa karena memang tak biasa. Tak seperti bertemu orang kebanyakan, tak seperti berjumpa dengan hal yang umum dan tak seperti berjumpa dengan hati yang gelisah.

Dalam suatu perjumpaan yang tidak biasa, di suatu waktu yang tidak biasa pula serta di suatu tempat yang tidak akan pernah diduga sebelumnya.

Karena ini perjumpaan yang tidak biasa, aku gak pernah menduga sebelumnya. Tak pernah bisa tahu bagaimana dan mengapa bisa seperti ini, toh ini seperti serangan mendadak. Seperti pasukan yang datang mengendap-endap lalu menembus benteng kota. Atau seperti pencuri yang datang di waktu yang tak lazim yang tak disangka si empunya rumah. Seperti itulah rasanya perjumpaan yang tidak biasa ini, saat aku bertemu kamu.

Tapi...
Kamu bukanlah sepasukan yang menembus kota.
Kamu bukanlah seorang pencuri yang berniat mencuri.

Meskipun demikian, ternyata kamu telah menembus dan mencuri hati saat kita pertama bertemu dan saling menyapa. Itulah yang membuat perjumpaan yang tidak biasa, saat bertemu dengan orang yang tidak biasa.

Dan kini kamu sudah kuanggap sobat sendiri. Perjumpaan yang tidak biasa itu hanyalah bumbu penyedap kehidupan dan menjadi bahan tulisan dalam sebuah blog picisan. haha.

Saturday, March 30, 2013

Selamat Ulang Tahun

Selamat ulang tahun buat guehh.
Semoga di tahun akhir hidup guehh ini, gueeh bisa meraih sesuatu yg besar.

I was a shooting star.

Hidup dengan kejayaan namun mati muda.

Friday, March 29, 2013

Cerita Tentang Dia

Masih cerita tentang dia
Tamu dalam pikiranku

Dia datang dan pergi sesukanya
Tak dapat dicegah

Masih cerita tentang dia
Kata-katanya tak sama seperti dulu
Hubungan yang baik telah menjadi abu

Masih cerita tentang dia
Seseorang yang tau bahwa aku pura pura tak tahu

Akhirnya
Kemenangan merebut kota, sia-sia.

Tuesday, March 26, 2013

Kau Tahu Dia Tahu

Apa yang aku suka dari dirinya? Banyak.
Apa yang aku ga suka dari dirinya? Banyak juga.

Sampai jumpa lagi tahun depan, semoga saat itu, jarimu telah melingkar dengannya. :))

Kau tahu dia tahu
Dia tahu aku tahu

Dan
Aku juga tahu kau telah tahu

Sunday, March 24, 2013

Bersyukurrr?

Satu hal yang paling mudah dilakukan di dunia ini adalah bersyukur saat keadaan sedang baik atau sesuai dengan harapan kita. Mengapa mudah? Karena tidak Da yang perlu dikhawatirkan lagi, toh semua sudah baik dan berjalan sesuai arahnya.

Nah, ada satu hal yang lebih lanjut yaitu bersyukur pada saat sulit. Saat semua hal sepertinya tidak berjalan sesuai rencana. Disinilah respon seseorang akan berpengaruh terhadap langkah selanjutnya. Disini juga watak seseorang akan terlihat. Apakah akan terlihat jiwa pengeluhnya atau tidak.
Saya bukan bilang bahwa kita tidak boleh mengeluh, berkeluh kesah. Yang salah itu adalah jika keluhan itu berlebihan. :)

Jadi bersyukur saat keadaan sulit memerlukan suatu sikap iman bahwa Tuhan akan menyediakan (solusinya). Tentunya hal ini harus diiringi dengan tindakan untuk meraih itu.

Mulai hari ini, aku mau bersyukur setiap waktu.

Friday, March 22, 2013

Semangat


kesendirian itu hal yang tak menyenangkan
tapi kalo demi kebaikan adalah pengecualian

kalo kebaikan itu sudah terwujud
kesendirian itu akan musnah dengan perlahan

apakah kesendirian itu membuatmu takut???
sayang sekali berarti, kau belum mengerti makna tersembunyinya.

kau meratapi kesendirianmu???
wah, sayang sekali..itulah waktumu untuk bisa lebih baik lagi

kau mengenang tentang kebersamaanmu yang dulu???
wah sayang sekali, kau masih belum bisa merubah sikapmu..

tak baik,
bila kita tenggelam dalam kebersamaan yang bukan menjadi milik kita sekarang
masa lalu adalah sejarah

kita hidup dan berjuang di masa sekarang
masa depan adalah misteri

setiap keputusan akan mempengaruhi masa depan.

-dgs

Monday, March 18, 2013

Kebiasaan, Keangkuhan, Perubahan dan Proses

Kali ini saya mau berbicara mengenai proses. Proses adalah suatu fase untuk mencapai hasil. Pada tahap proses inilah, suatu benda mengalami banyak perlakuan yang bisa saja baik atau buruk. Secara langsung atau tidak, hal ini akan berpengaruh kepada hasilnya kelak.

Proses ada yang instan seperti pelepasan elektron valensi. Ada juga yang berlangsung ribuan tahun seperti peluruhan inti karbon.
Saya menekankan kata instan dan ribuan tahun. Ya, kali ini saya ingin berbicara mengenai waktu.

Pernah liat ga ada orang yang tiba-tiba jago main bola basket. Dari 5 percobaan 3-poin bisa masuk semua tanpa cacat. Atau pernah liat ga ada orang yang belum pernah main piano, tiba-tiba bisa bermain simfoni chopin tanpa cela.

Jika ada yang seperti itu, kamu pasti sedang ada dalam mimpi. Hehe becanda.

Saat saya tingkat 1, bisa dibilang saya sangat kelebihan hormon. Saya rasa bisa menaklukan apapun. Akhirnya muncul rasa angkuh dalam diri. Padahal kalo dipikir-pikir, betapa hijaunya saya.
Kala itu saya berpikir bahwa orang yang jarang masuk kelas, tidak pernah mengulang pelajaran dosen di kosan/rumah, namun ketika ujian bisa dapet A adalah keren.

Selama empat tahun saya seperti itu. Pada permulaannya sih bagus. Saya jadi makin sombong. Tapi pada pertengahan saya jadi belepotan sendiri.
Pelajaran di kuliah telah disusun secara sistematis. Dimana untuk menguasai kredit yang lebih tinggi, tentunya diperlukan mata kuliah prasyarat. Jika mata kuliah kredit itu ada di semester 4, maka mata kuliah prasyaratnya ada di semester sebelumnya.

Balik lagi ke kebiasaan -yang saya anggap keren itu-, biasanya saya hanya belajar sebelum ujian. Jika ujian jam 8 pagi, maka saya belajar sekitar 1-2 jam sebelumnya. Ya. Saya belajar jam 5-7, terus berangkat ke kampus. Kebiasaan yang saya buat itu dalam beberapa kasus menjadikan nilai saya bagus, namun karena sepanjang semster tidak pernah belajar serius, saya seolah tidak ada apa-apa yang tersisa. Belajar sebelum ujian hanya bertahan sebentar. Mengapa? Karena tidak melalui proses yang kuat. Alias instan.

Saya sadar harusnya saya memiliki dasar yang kuat. Saya harus berubah. Namun apa yang sering saya lakukan kini telah menjadi kebiasaan. Ditambah rasa angkuh yang tinggi menjadikan saya sulit untuk berubah.
Saya sadar namun terlalu berat untuk berubah. Salahnya lagi saya tidak cerita ke orang lain. Tidak ada yang menegur atau sekadar mengingatkan saya.
Saya pasrah ama keadaan.

Akhirnya bisa juga saya wisuda. Saya heran kok bisa saya wisuda karena saya sadar proses yang saya hadapi sepertinya belum begitu bagus. Buktinya adalah masih ada kebiasaan itu dan keangkuhan dalam diri.

Ternyata buahnya baru saya petik saat ini.
Memilih berkerja di bidang engineering, saya dituntut untuk tahu segalanya. Segalanya. Bukan cuma elektro aja.

Kalo bisa saya simpulkan: kemauan belajar saya adalah nol. Tapi ketika uda kepepet, mungkin kemauan itu bisa naik signifikan. Tapi masalahnya adalah ini bukan dunia kuliahan lagi. Kamu punya atasan yang mungkin gak sefleksibel dosen waktu kuliah.
Mampus deh gw.

Kini, mau gak mau, saya harus berubah. Berubah total. Awalnya saya gak tahu harus mulai dari mana.
Cogito ergo sum. Aku berpikir maka aku ada, itu kata Rene Descartes.
Saya berpikir, mungkin saya bisa menemukan jawabannya dari buku2.

Sedikit-sedikit saya baca buku tentang motivasi, tentang kehidupan dan juga rohani.

Dari situ saya gak dapet apa2. Memang odong kali kali otak saya ini. Hehe. Tapi saya menarik kesimpulan bahwa, perubahan itu dimulai dari hal-hal kecil. Bangun kepercayaan diri bahwa saya bisa berubah. Minta pertolongan orang lain untuk mengingatkan adalah ide yang tidak buruk.

Ternyata hasilnya positif, sedikit-sedikit rasa ingin tahu saya tumbuh karena saya meruntuhkan tembok keangkuhan saya. Tembok keangkuhan runtuh karena saya berkomitmen untuk rendah hati. Sejujurnya perubahan yang paling signifikan terjadi karena hati dan perasaan saya yang remuk karena digerogoti kanker jiwa, telah Tuhan Yesus sembuhkan melalui bimbingannya yang ajaib.

Gimana caranya dengerin bimbingan Tuhan? Ya buka hati. Kalo keangkuhan masih ada, bakal sulit suara Tuhan untuk didengar.
Kalo dipikir-pikir, saya udah ngelakuin dosa besar, yaitu mengandalkan diri sendiri, sehingga jelas suara pribadi lebih didengad daripada suara yang lain, termasuk suara Sang Pencipta.

Semua hal itu menyadarkan saya bahwa saya ternyata masih cupski. Kini, saya menyadari kehampaan saya, kebukansiapasiapaan saya. Meskipun begitu saya melihat ada sebuah harapan yang Tuhan sediakan. Saya tahu harapan itu tidak akan gagal, asalkan saya melihat harapan itu bukan dari kacamata keinginan saya. Harapan itu adalah mengenai kehidupan baru. :)

Setelah saya mengevaluasi diri, saya menyimpulkan bahwa kesalahan saya bertahun-tahun ada di keangkuhan. Ia bisa timbul sangat tinggi dalam diri saya ataupun bisa sembunyi kemudian muncul lagi. Itulah mengapa saya selalu gagal berubah karena kesombongan itu tidak sepenuhnya hilang.

Menghilangkan kesombongan sampai ke akarnya itu tidak mudah. Harus menganggap orang lain lebih hebat mungkin agak konyol bagi saya, tapi itu yang harus saya lakukan. Jika itu belum hilang, begitu juga kesombongan dalam hati saya.

Kini semua butuh waktu, semua ini sedang dalam proses. Saya sadar semua yang instan itu ga baik. Lebih baik saya menunggu perlahan. Jika ada percepatan proses, itu bagus, asal bukan pengkarbitan.

Percepatan : berjalan lebih cepat karena setiap elemen berjalan lebih cepat.

Pengkarbitan : berjalan lebih cepat karena ada elemen yang ditinggalkan. Maka dari itu prosesnya tidak sempurna.

Intinya, saya perlu berubah. Saya mau belajar lagi. Saya mengakui orang lain. Saya mau menjadi lebih baik lagi.
Saya harus menghadapi PROSES.

Sejak saat ini hidup saya telah berubah.

Si Pemalas, Si Yes-Man, Si Penunda

Ada 4 kuadran dalam kehidupan, yang dibentuk dari 4 keadaan. Penting, tidak penting, mendesak, tidak mendesak. Steven Covey menjelaskan secara apik dalam bukunya. Kini, apakah 4 kuadran yang melambangkan 4 tipe orang. Berikut ini sedikit ulasannya.

Si pemalas adalah orang yang selalu menganggap hal-hal di dunia ini sebagai tudak penting dan tidak mendesak. Akibatnya sudah jelas. Selain tidak bisa menentukan prioritas, ia juga tidak terlaltih untuk bertanggung jawab.

Si Yes-Man hampir selalu terjebak dalam keadaan tidak penting tapi mendesak. Semua hal yang datang kepadanya ia terima tanpa ada pemikiran untuk menolak, padahal belum tentu ia bisa mengatasinya. Orang seperti ini mungkin bisa membuat senang semua orang. Tapi lama-lama bakal capek sendiri.
Komedian USA, Bill Cosby, bilang: 'Aku tak tahu kunci untuk sukses, tapi kunci untuk gagal adalah dengan menyenangkan semua orang.

Si Penunda adalah bagian yang menyedihkan. Ia tahu hal penting tapi selalu dalam keadaan mendesak. Sebagian besar ini tdrjadi karena namanya, yaitu suka menunda.
Ada pepatah yang bilang: sekarang atau nanti, kamu tetap hatus membayat harga untuk sesuatu. Bayar itu diawal kemudian nikmati.
Terkadang ada juga orang yang malah selalu semangat jika deadline semakin mendekat. Tapi apakah itu bakal menjamin ia menjadi lebih baik.

Yang terbaik dari segalanya adalah dengan menempatkan pada posisi penting dan tidak mendesak. Semua hal disusun secara prioritas, direncanakan secara jauh-jauh hari.
Gagal merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan.

Buat Si Pemalas, solusinya adalah harus mengurangi kemalasannya, belajar merencanakan dan membuat prioritas.
Si Yes-Man harus mempunyai kemauan untuk bilang tidak.
Si Penunda harus belajar untuk menunda. Kerjakan suatu hal dengan terencana, dari jauh-jauh hari mungkin bisa mewakili.

Aku dulunya adalah si yes-man. Capek, gak enak, gak ada waktu buat senang-senang sedikit karena banyak tugas. Sekarang aku mau jadi si "Prioritizer".
Mana yg penting, akan kukerjakan dulu agar nantinya tidak mendesak.

Sunday, March 17, 2013

Aku Mau Bilang Sesuatu

Aku mau bilang sesuatu..
Bahwa dirimu cantik, oh itu sudah pasti..
Bahwa dirimu pintar, oh Medika sudah pernah kau taklukan..
Bahwa dirimu sering berkata "sesuatu", ya itu "sesuatu" banget..
Bahwa dirimu rapuh, oh itu hanya dirimu saja yang bisa menjawab..
Bahwa hatiku terambil olehmu, hehm.....

Aku cuma mau bilang..
sesuatu yang tak terucap..