Saturday, April 6, 2013

Pasti Pusing Deh Bacanya: Kata Tidak

Tidak ada kata tidak selama ketidakadaan suatu kata tidak yang tidak dapat tidak dijelaskan oleh suatu ketidakjelasan suatu kata tidak yang berujung pada ketidakpastian.

Suatu kata tidak tidak dapat dikatakan tidak valid jika tidak melalui suatu ketidakpercayaan yang bersumber kepada tidak adanya suatu tindakan yang tidak dapat tidak mungkin dilakukan.

Sejujurnya aku berkata tulisan ini tidak berguna dan tidak penting karena tidak mencakup banyak ketidaklogisan yang mau tidak mau membuat sebuah distorsi pikiran yang tidak lazim.

Secara tidak langsung, pikiran bawah sadar akan menyerap kata tidak yang tidak diucapkan secara langsung dan tidak sengaja lalu dengan tidak terlalu sukar kata tidak ini akan membekas didalamnya.

Belajarlah berkata tidak pada hal yang tidak menjadi prioritas. Sepertinya sepele, namun tidak dengan realisasinya yang tidak mudah.

Friday, April 5, 2013

Persamaan Kehidupan

Akan saya tunjukan suatu rumus dalam kehidupan. Tentunya ini versi saya.

1. Usaha + Doa = Tindakan Positif

2. Tindakan Positif + Keberuntungan = Hasil Positif.

Jadi:
Usaha + Doa + Keberuntungan = Hasil Positif.

NB: Usaha disini mencakup bekerja/belajar/pedekate atau jenis usaha lainnya. Berdoa itu lebih kepada hubungan vertikal keatas. Keduanya akan membawa kepada suatu Tindakan Positif, sedangkan Keberuntungan itu adalah lebih kepada anugrah.

Terakhir, Hasil Positif merujuk kepada tercapainya tujuan.

Ada sanggahan????? Hehe

Enjinir Cupski

Sampai pada detik ini, setelah melalui perdebatan panjang dalam riak-riak kehidupan, sebuah kesimpulan pun ditarik.

Aku menamakan diriku enjinir cupu, agar aku ingat terus bahwa takdir sebagai enjinir itu kejam. Selalu ada yang baru, it means, selalu harus belajar. Sampai mati. Ga denk, sampai pensiun.

Jadi, panggil saya: enjinir cupu.

Thursday, April 4, 2013

Cerita Anggur dan Pisang

Kamu seharusnya tidak perlu berkecil hati kalau ada lawan jenis (yang sungguh ingin kamu ajak kencan) tidak  mau sama kamu. Mungkin kamu adalah seperti anggur yang paling menggiurkan tetapi saja yang ia cari adalah pisang. Dan seberapa ingin kamu berubah, kamu tetaplah anggur sementara apa yang ia inginkan adalah pisang. Tetapi jangan kuatir, pasti akan ada yang mencari anggur.
Seringkali kita fokus pada apa yang tidak kita punya sehingga kita melupakan apa yang kita punya dalam diri kita. Saya dulu begitu, kamu?

Wednesday, April 3, 2013

Aku dan Kopi

Terlalu banyak cerita tentang kopi, sampai-sampai tak tahu harus mulai darimana. Terlalu banyak juga perusahaan yang kulamar, entah berapa lama lagi harus menunggu.
Menunggu, suatu kata yang mistik.
Seperti sebuah mantra yang memiliki daya sihir yang kuat.

Berkali-kali tawaran itu datang lalu pergi. Akhirnya yang ditunggu itu tak kunjung datang pula.
Menunggu tempat yang terbaik, itu cuma angan kosong. Sampai aku sadar, menunggu tidak hanya harus berpangku tangan.
Sambil berharap si harapan yang diharapkan itu tiba, ternyata menunggu dengan cara seperti itu hanya akan membuat mati gaya. Maka, menerima pinangan suatu tempat kerja tempat lain sepertinya tidak terlalu buruk.

Namun, bekerja itu ternyata kompleks. Idealnya adalah minat sesuai dengan kenyataan. Hal sepergi itu sepertinya hanya ada di dunia nirmala dan bona si gajah terbang. Yang tersisa hanya ada dua pilihan: menyesuaikan minat dengan kenyataan atau menyesuaikan kenyataan dengan minat.

Saat keduanya tidak bisa lagi diakomodasi, keluar menjadi pilihan yang menggoda.

Resign.

Akhirnya semua ini menuju ke sebuah perjalanan baru. Babak yang lama telah berakhir. Tugas semakin tak ringan. Teman yang bisa mengerti hanya kopi.
Kopi pahit.

Kata orang, pahitnya kopi jadi tak terasa saat kehidupanmu lebih pahit. Tapi aku lebih memilih bisa menikmati kopi yang benar-benar pahit dan menyadari bahwa hidupku manis dibuat-Nya.

Aku dan kopi.
Aku dan hidupku.

Cerita tentang kopi berakhir disini, tetapi hidup tetap berjalan. Hidupku tak pernah sama lagi seperti sebelumnya.

Tuesday, April 2, 2013

Adalah Kau

Kau selalu membuatku berapi-api meski kau menyambutku degan dingin.
Kau juga sahabat terbaikku meskipun sebgai seorang lasan kau sulit dikalahkan.
Kau adalah bintang kejora meskipun pada akhirnya kau memilih tidak bersinar.
Kau adalah kau.
Kau adalah egoku sendiri.

Monday, April 1, 2013

Perjumpaan yang Tidak Biasa (1)

Pernah ada suatu masa dimana seseorang terjebak dalam suatu kondisi yang tidak wajar. Kondisi yang membuat kaki gemetar dan setengah mati mulut ini seperti diam tidak bisa bicara. Rasanya ingin mengelak namun terlalu pengecut jika sebagai laki-laki untuk begitu saja kabur. Situasi ini mungkin tidak sering terjadi, lagipula durasinya mungkin tidak terlalu lama jika dibandingkan dengan hal-hal yang biasa dialami. Namun ketika waktu itu datang, cuma malaikat yang tahu seberapa tampak bodohnya pada waktu itu.

Ini kunamakan suatu perjumpaan yang tidak biasa. Tak biasa karena memang tak biasa. Tak seperti bertemu orang kebanyakan, tak seperti berjumpa dengan hal yang umum dan tak seperti berjumpa dengan hati yang gelisah.

Dalam suatu perjumpaan yang tidak biasa, di suatu waktu yang tidak biasa pula serta di suatu tempat yang tidak akan pernah diduga sebelumnya.

Karena ini perjumpaan yang tidak biasa, aku gak pernah menduga sebelumnya. Tak pernah bisa tahu bagaimana dan mengapa bisa seperti ini, toh ini seperti serangan mendadak. Seperti pasukan yang datang mengendap-endap lalu menembus benteng kota. Atau seperti pencuri yang datang di waktu yang tak lazim yang tak disangka si empunya rumah. Seperti itulah rasanya perjumpaan yang tidak biasa ini, saat aku bertemu kamu.

Tapi...
Kamu bukanlah sepasukan yang menembus kota.
Kamu bukanlah seorang pencuri yang berniat mencuri.

Meskipun demikian, ternyata kamu telah menembus dan mencuri hati saat kita pertama bertemu dan saling menyapa. Itulah yang membuat perjumpaan yang tidak biasa, saat bertemu dengan orang yang tidak biasa.

Dan kini kamu sudah kuanggap sobat sendiri. Perjumpaan yang tidak biasa itu hanyalah bumbu penyedap kehidupan dan menjadi bahan tulisan dalam sebuah blog picisan. haha.